ASUS

Thursday, 4 July 2013

OSI Layer - Pengertian dan Fungsinya

Kalau kita bicara masalah networking, kita pasti akan mengenal yang namanya OSI Layer, Sebelum kita mengenal lebih jauh/belajar tentang networking, inilah bekal awal kita sebagai pondasi untuk memahami networking lebih jauh.

Sebenarnya apasih yang dimaksud dengan OSI Layer ???
Apa saja kegunaan/fungsi OSI Layer ???

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak artikel berikut..


Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model). Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyakprotokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan. Model referensi ini dianggap sangat kompleks. 

Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan. Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.


Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa. OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi. Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data unit pada setiap lapisan OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut :



Lapisan ke-
Nama lapisan
Keterangan
7
Application layer
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTPFTPSMTP, danNFS.
6
Presentation layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layananWorkstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5
Session layer
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4
Transport layer
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3
Network layer
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melaluiinternetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2
Data-link layer
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hubbridgerepeater, dan switch layer 2beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisanMedia Access Control (MAC).
1
Physical layer
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnyaEthernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.


Wah, lumayan banyak ya ke 7 lapisan OSI Layer tersebut, saya punya tips nih untuk gampang mengingatnya yaitu :


Anak Pak Soleh Tidak Nakal Dan Pintar

(Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link, Physical)

Bagaimana ?? lebih mudah bukan mengingatnya.. :D
Sekian dulu, yang bisa saya share tentang OSI Layer, semoga bisa membantu rekan-rekan sekalian.

Sumber : id.wikipedia.org


Read More

Tuesday, 2 July 2013

Merancang Produk Objek Visual (Poster)

Senang sekali  bisa posting tentang Desain Grafis, jujur saja ini adalah mata kuliah favorit saya :D
Saya akan mencoba share pengetahuan tentang Merancang Produk Objek Visual (Poster). Sebelum merancang/mendesain poster, kita harus terlebih dahulu mengetahui pengertian, fungsi dan syarat dari poster tersebut, sehingga kita tidak salah kaprah atau salah dengan maksud dan tujuan dari poster itu sebenarnya. Masalah desain adalah tergantung dari desainer nya sendiri, yang terpenting adalah tidak melenceng dari kaidah poster itu sendiri.
Cukup dulu basa basinya, yukk kita simak apa itu poster....


Pengertian Poster
  • Poster adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. 
  • Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin.
  • Poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.
  • Poster bisa menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda, dan dekorasi.  Selain itu bisa pula berupa salinan karya seni terkenal. 

Syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan poster :
  1. Bahasanya jelas, singkat, dan persuasif.
  2. Ditulis dengan huruf cetak dan besar-besar supaya mudah dibaca.
  3. Penggunaan Warna Harus Kontras dan Kuat
  4. Tema aktual.
  5. Ukuran standar A3 atau lebih.
  6. Hanya 1 sisi kertas yang digunakan.

Contoh poster :





Keren bukan ??? :D
Don't stop your imagine, and take your art.
Salam sarjonomudo !!




Read More

Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML)

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba posting tentang Sistem Basis Data, yang merupakan salah satu mata kuliah di kampus saya. Dalam bahasa SQL atau MySQL, dikenal 2 sub bahasa yang digunakan, yaitu DDL dan DML. Silahkan disimak, sedikit memang yang saya share pada kesempatan kali ini, tapi semoga saja bermanfaat buat rekan-rekan semua.


Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :

1. Data Definition Language (DDL)
Bahasa yang digunakan dalam mendefinisikan struktur atau kerangka dari basis data, di dalamnya termasuk record, elemen data, kunci elemen, dan relasinya Contoh: CREATE, DROP, dan ALTER. Hasil kompilasi dari perintah DDL adalah satu set dari table yang diisi.

Perintah – Keterangan

1. CREATE DATABASE – membuat database


2. CREATE TABLE - Membuat tabel berfungsi untuk membuat suatu tabel. 


Bentuk umum:
CREATE TABLE nama_tabel (field1 type(ukuran) keterangan_tambahan, ….)
CREATE TABLE nama_tabel (field1 type(ukuran) keterangan_tambahan, ….)






2. Data Manipulation Language (DML)
Bahasa yang digunakan untuk menjabarkan pemrosesan dari basis data, fasilitas ini diperlukan untuk memasukkan, mengambil, mengubah data. DML dipakai untuk operasi terhadap isi basis data.

Ada 2 jenis DML :
1. Procedural DML
Digunakan untuk mendefinisikan data yang diolah dan perintah yang akan dilaksanakan.
2. Non Procedural
Digunakan untuk menjabarkan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara pengambilannya.

INSERT - Menyisipkan record ke dalam tabel 

b. Penghapusan data dari suatu basis data
UPDATE - Menghapus record dari tabel
Digunakan untuk mengubah record dari suatu tabel
Bentuk umum :
UPDATE nama_tabel SET field1=nilai_baru, field2=nilai_baru, ….. WHERE kondisi

c. Pengubahan data dari satu basis data 
DELETE - Menghapus record dari tabel
Berfungsi untuk menghapus suatu record pada tabel.
Bentuk umum :
DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi


Semoga bermanfaat ....



Read More