ASUS

Saturday, 15 June 2013

Organisasi File dan Direktory pada Sistem Operasi Linux



Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba share mengenai Organisasi File dan Direktory pada Sistem Operasi Linux, yang mungkin sangat berguna buat yang baru belajar Linux, semoga ilmu yang saya dapat di bangku kuliah bisa bermanfaat buat semuanya.
GOOO OPEN SOURCE !!






1. ORGANISASI FILE

Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dimulai dari root,
kemudian direktori dan sub dirrektori. Sistem file pada Linux diatur secara
hirarkhikal, yaitu dimulai dari root dengan symbol “/” seperti Gambar 3.1.

Kita dapat menciptakan File dan Direktori mulai dari root ke bawah. Direktori
adalah file khusus, yang berisi nama file dan INODE (pointer yang menunjuk ke data
/ isi file tersebut). Secara logika, Direktori dapat berisi File dan Direktori lagi (disebut
juga Subdirektori). 


Gambar 1.3   Struktur direktori pada Linux



2. DIREKTORY STANDAR

Setelah proses instalasi, Linux menciptakan system file yang baku, terdiri atas
direktori sebagai berikut :



Direktori  /etc

Berisi file yang berhubungan dengan administrasi system, maintenance script,
konfigurasi, security dll. Hanya superuser yang boleh memodifikasi file yang berada
di drektori ini. Subdirektori yang sering diakses pada direktori /etc antara lain :
  •  httpd, apache web server.
  • ppp, point to point protocol untuk koneksi ke Internet.
  • rc.d atau init.d, inisialisasi (startup) dan terminasi (shutdown) proses di Linux dengan konsep runlevel.
  • cron.d, rincian proses yang dieksekusi dengan menggunakan jadwal(time dependent process)
  • FILES, file security dan konfigurasi meliputi : passwd, hosts, shadow, ftpaccess, zinetd.conf,lilo.conf, motd, printcap, profile, resolv.conf, sendmail.cf, syslog.conf, dhcp.conf, smb.conf, fstab. 


Direktori /dev

Konsep Unix dan Linux adalah memperlakukan peralatan hardware sama seperti
penanganan file. Setiap alat mempunyai nama file yang disimpan pada direktori /dev.



Direktori /proc

Direktori  /proc  adalah direktori yang dibuat diatas RAM (Random Access
Memory) dengan system file yang diatur oleh kernel. /proc  berisi nomor proses
dari system dan nama driver yang aktif di system. Semua direktori berukuran 0
(kosong) kecuali file  kcore  dan  self. Setiap  nomor yang ada pada direktori tsb
merepresentasikan PID (Process ID).


3. TIPE FILE

Pada Linux terdapat 6 buah tipe file yaitu :
  • Ordinary file
  • Direktori
  • Block Device (Peralatan I/O)Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data per    block (misalnya 1 KB block), seperti disk, floppy, tape.
  • Character Device (Peralatan I/O)Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data karakter per karakter, seperti terminal, modem, plotter dll
  • Named Pipe (FIFO)File yang digunakan secara intern oleh system operasi untuk komunikasi antar proses
  • Link File

4. PROPERTI FILE 
  •  File mempunyai beberapa atribut, antara lain :Tipe file  : menentukan tipe dari file, yaitu :

  •  Ijin akses                   : menentukan hak user terhadap file ini.  
  • Jumlah link                 : jumlah link untuk file ini.  
  • Pemilik (Owner)        : menentukan siapa pemilik file ini  
  • Group                         : menentukan group yang memiliki file ini
  • Jumlah karakter        : menentukan ukuran file dalam byte
  • Waktu pembuatan    : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi
  •  Nama  file                 : menentukan nama file yang dimaksud   
Contoh :









5. NAMA FILE

Nama file maksimal terdiri dari 255 karakter berupa alfanumerik dan
beberapa karakter spesial yaitu garis bawah, titik, koma dan lainnya kecuali spasi dan
karakter “&”, “;”, “|”, “?”, “`”, “””, “’”, “[“, “]”, “(“, “)”, “$”, “<”, “>”, “{“, “}”, “^”,
“#”, “\”, “/”. Linux membedakan huruf kecil dengan huruf besar (case sensitive).
Contoh nama file yang benar :

Abcde5434
3
prog.txt
PROG.txt
Prog.txt,old
report_101,v2.0.1
5-01.web.html

6. SIMBOLIC LINK

Link adalah sebuah teknik untuk memberikan lebih dari satu nama file dengan
data yang sama. Bila file asli dihapus, maka data yang baru juga terhapus . Format
dari Link :

ln  fileAsli  fileDuplikat

 fileDuplikat disebut hard link dimana kedua file akan muncul identik (link
count = 2) Bila fileAsli atau fileDuplikat diubah perubahan akan terjadi pada file
lainnya.
Symbolic Link diperlukan bila file tersebut di “link” dengan direktori /file
yang berada pada partisi yang berbeda. Tipe file menjadi l (link) dan file tersebut
menunjuk ke tempat asal. Format :

ln  –s  /FULLPATH/fileAsli  /FULLPATH/fileDuplikat

Pilihan  –s  (shortcut) merupakan bentuk  soft link  dimana jumlah  link count
pada file asal tidak akan berubah. Pada bentuk soft link, symbolic link dapat dilakukan
pada file yang tidak ada, sedangkan pada  hard link  tidak dimungkinkan. Perbedaan
lain,  symbolic link  dapat dibentuk melalui media disk atau partisi yang berbeda
dengan soft link, tetapi pada hard link terbatas pada partisi disk yang sama.


7. MELIHAT ISI FILE

Untuk melihat jenis file menggunakan format :

file  filename(s)

Isi file akan dilaporkan dengan deskripsi level tinggin seperti contoh berikut :
$  file  myprog.c  letter.txt  webpage.html
myprog.c:  C  program  text
letter.txt:  ASCII  text
webpage.html:  HTML  document  text

Perintah ini dapat digunakan secara luas untuk file yang kadang
membingungkan, misalnya antara kode C++ dan Java.


8. MENCARI FILE

Jika  ingin melihat bagaimana pohon direktori dapat digunakan perintah

find
Format  :  find  directory  –name  targetfile  -print
Akan melihat file yang bernama  targetfile (bisa berupa karakter wildcard)

which
Format  :  which  command
Untuk mengetahui letak system utility

locate
Format  :  locate  string
Akan me ncari file pada semua directori dengan lebih cepat dan ditampilkan
dengan path yang penuh.


9. MENCARI TEXT PADA FILE

Untuk mencari text pada file digunakan perintah grep (General Regular
Expression Print) dengan format perintah

grep  option  pattern  files

Grep akan mencari file yang bernama sesuai pattern yang diberikan dan akan
menampilkan baris yang sesuai.

Read More

Thursday, 13 June 2013

Konsep Perkembangan Internet Beserta Layanan Yang Terdapat Didalamnya



Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter, yang berarti “antara”. Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. Memang itulah fungsinya, INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat berkomunikasi. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah, apakah sistem DOS atau UNIX.

Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX), INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan “bahasa” yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET.

Dengan demikian, definisi INTERNET ialah “jaringannya jaringan”, dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya.

Kesimpulan:
Definisi INTERNET : Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP.
Fungsi : Internet merupakan media komunikasi dan informasi modern.


LAYANAN YANG ADA DI INTERNET

Software yang mendukung Internet menyediakan banyak pelayanan teknis. Bagian ini akan membahas empat pelayanan INTERNET yang paling penting dan mendasar.

Pelayanan Mail
Pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan. Setiap pesan yang dikirim dari satu sistem ke sistem-sistem yang lain menuju tujuan akhir. Di belakang layar, pelayanan mail memastikan bahwa pesan-pesan yang dikirim dan diterima secara lengkap pada alamat yang benar.




Pelayanan telnet
Pelayanan yang memberikan kesempatan Anda menghubungi sistem remote atau sistem yang terletak di tempat yang jauh. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan telnet untuk menghubungi sebuah host/provider di negara lain. Setelah Anda menghubungi host tersebut, Anda dapat login ke host tersebut (username dan password yang sah). Setelah itu Anda dapat bertukar data melalui INTERNET.



Pelayanan File Transfer Protocol (FTP)
Pelayanan transfer file dari satu sistem ke sistem lain. Dalam INTERNET, Anda dapat mentransfer file dari host ke sebuah host remote. Proses ini disebut uploadin, dan sebaliknya jika Anda mentransfer file dari host remote ke host lokal disebut downloading.




Pelayanan Client/Server
Program Client meminta dukungan program server. Sebagai contoh, Gopher client
menampilkan menu, setelah Anda memilih perintah-perintah dalam menu, Gopher client menghubungi Gopher server yang sesuai (tidak perduli dimana lokasinya dalam INTERNET) dan mengeksekusi permintaan Anda.


Read More

How to Choosing the Appropriate LAN Device



Intranetwork Devices

To create a LAN, we need to select the appropriate devices to connect the end device to the network. The two most common devices used are hubs and switches. 

Hub

A hub receives a signal, regenerates it, and sends the signal over all ports. The use of hubs creates a logical bus. This means that the LAN uses multiaccess media. The ports use a shared bandwidth approach and often have reduced performance in the LAN due to collisions and recovery. Although multiple hubs can be interconnected, they remain a single collision domain.

Hubs are less expensive than switches. A hub is typically chosen as an intermediary device within a very small LAN, in a LAN that requires low throughput requirements, or when finances are limited.


Switch

A switch receives a frame and regenerates each bit of the frame on to the appropriate destination port. This device is used to segment a network into multiple collision domains. Unlike the hub, a switch reduces the collisions on a LAN. Each port on the switch creates a separate collision domain. This creates a point-to-point logical topology to the device on each port. Additionally, a switch provides dedicated bandwidth on each port, which can increase LAN performance. A LAN switch can also be used to interconnect network segments of different speeds. 

In general, switches are chosen for connecting devices to a LAN. Although a switch is more expensive than a hub, its enhanced performance and reliability make it cost effective. 

There is a range of switches available with a variety of features that enable the interconnection of multiple computers in a typical enterprise LAN setting.



To meet user requirements, a LAN needs to be planned and designed. Planning ensures that all requirements, cost factors and deployment options are given due consideration.

When selecting a device for a particular LAN, there are a number of factors that need to be considered. These factors include, but are not limited to:

1. Cost
2. Speed and Types of Ports/Interfaces
3. Expandability
4. Manageability
5. Additional Features and Services



Factors to Consider in Choosing a Switch


Although there are many factors that must be considered when selecting a switch, the next topic will explore two: cost and interface characteristics.

Cost

The cost of a switch is determined by its capacity and features. The switch capacity includes the number and types of ports available and the switching speed. Other factors that impact the cost are its network management capabilities, embedded security technologies, and optional advanced switching technologies.

Using a simple "cost per port" calculation, it may appear initially that the best option is to deploy one large switch at a central location. However, this apparent cost savings may be offset by the expense from the longer cable lengths required to connect every device on the LAN to one switch. This option should be compared with the cost of deploying a number of smaller switches connected by a few long cables to a central switch. 

Another cost consideration is how much to invest in redundancy. The operation of the entire physical network is affected if there are problems with a single central switch. 

Redundancy can be provided in a number of ways. We can provide a secondary central switch to operate concurrently with the primary central switch. We can also provide additional cabling to provide multiple interconnections between the switches. The goal of redundant systems is to allow the physical network to continue its operation even if one device fails.



Speed and Types of Ports/Interfaces

The need for speed is ever-present in a LAN environment. Newer computers with built-in 10/100/1000 Mbps NICs are available. Choosing Layer 2 devices that can accommodate increased speeds allows the network to evolve without replacing the central devices. 

When selecting a switch, choosing the number and type of ports is a critical decision. Ask yourself these questions: Would you purchase a switch with:
Just enough ports for today's needs? 
A mixture of UTP speeds?
Both UTP and fiber ports?

Consider carefully how many UTP ports will be needed and how many fiber ports will be needed. Likewise, consider how many ports will need 1 Gbps capability and how many ports only require 10/100 Mbps bandwidths. Also, consider how soon more ports will be needed.



Read More